Jumat, 02 Agustus 2013
aura cinta pembawa celaka
Pendidikan
di Indonesia dihisai dengan berbagai macam rasa yang bisa dirasakan para
pelajar, orang tua, guru, bahkan pemerintah. Diantara rasa itu ada yang manis,
dan adapula yang pahit karena memang semua itu sulit untuk dipisahkan karena
dasar kehidupan itu penuh dengan pilihan, tergantung bagaimana menjalankannya,
ada aktifitas yang bersipat positif dan ada pula aktifitas yang bersifat
negatif. Namun apabila kita cermati lebih dalam, kenyataannya banyak sekali
yang memilih aktifitas yang bersifat negatif. Salah satu diantaranya berasal
dari kalangan pelajar didunia ini. Karena disekolah mereka bertemu dengan lawan
jenisnya, sehingga banyak sekali diantara mereka yang menjalin hubungan atau
dikenal dengan istilah pacaran.
Pacaran,
siapa orang yang tidak tahu istilah yang satu ini, pacaran merupakan proses
perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam tahap pencarian
kecocokan menuju kehidupan keluarga yang dikenal dengan pernikahan. Menurut
ajaran islam berpacaran itu dilarang, memang tidak dijelaskan secara rinci,
tetapi banyak sekali dalil yang dapat dijadikan sebagai rujukan untuk
pelarangan aktifitas pacaran tersebut. Telah jelas didalam al-qur’an, islam itu
adalah agama yang mengharamkan perbuatan zina, termasuk juga perbuatan yang
mendekati zina ” DAN JANGANLAH KAMU
MENDEKATI ZINA, SESUNGGUHNYA ZINA ITU ADALAH SUATU PERBUATAN KEJI DAN JALAN
YANG AMAT BURUK”, (Qs.Al-isra, 17:32)
Apa
saja perbuatan yang tergolong mendekati zina itu?
Diantaranya
adalah: saling memandang, bersentuhan( berpegangan tangan, berpelukan,
berciuman dll), berdua-duaan dll. Karena unsur-unsur itu dilarang dalam ajaran
islam, maka tentu saja hal-hal yang didalamnya terdapat unsur tersebut adalah
dilarang. Termasuk aktifitas yang namanya pacaran.
Memang ada sebagian orang yang
tampak meningkat proses belajarnya, saat menjalin hubungan pacaran dengan orang
yang dikasihinya, misalnya saja dia berpacaran dengan teman sekelasnya. Ada
orang yang merasa malu apabila kualitas belajarnya menurun, sehingga terus
belajar dan akhirnya proses belajarnya meningkat. Tapi apakah ini akan
berlangsung lama?, ada yang mengatakan bahwa pacaran itu aktifitas tangis dan
tawa, artinya bahwa pacaran tidak seterusnya bahagia, suatu saat nanti pasti
akan merasakn kesedihan.
Hal
itu dikarenakan karena berpacaran itu adalah jalinan hubungan yang semu,
sehingga wajar saja salah satu diantaranya melakukan penghianatan.dalam kondisi
seperti initak jarang siswa mengalami frustasi dan malas belajar, karena
frustasi memikirkan kekasihnya. Tak belebihan jika agama melarang aktifitas
tersebut, usia remaja merupakan usia coba-coba, apapun ia coba sehingga banyak
sekali para remaja yang terjebak pergaulan bebas yang dimulai dari proses pacaran
tadi.
Dalam kehidupan yang sudah tercampur
dengan dunia barat, berpacaran memang sulit dihindari, bayangkan saja satu
kedipan saja antar lawan jenis membuat orang jatuh cinta dan akhirnya
berpacaran. Tetapi kita seharusnya bias menghindari itu dengan lebih focus
dengan cita- cita yang kita inginkan. Kita tidak lagi terbuai dengan rayuan
asmara antar lawan jenis. Walaupun berpacaran dapat membuat orang semangat
tetapi lebih baik semagat itu tidak dilandasi dengan berpacaran yang ujung-ujungnya menurunkan proses belajar
kita yang akhirnya membuat kita gagal meraih apa yang kita cita-citakan.
Langganan:
Postingan (Atom)




